Waspada! Omicron Sudah Masuk Lingkungan Keluarga, Positivity Rate Indonesia Melebihi Standar WHO

Positivity rate Indonesia makin naik. Bahkan kini melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban, kondisi perlu diwaspadai. Ditambah lagi dengan penularan Covid 19 varian Omicron yang sudah masuk ke dalam klaster keluarga.

"Positivity rate Indonesia makin naik: 5,9 persen. Standar emas WHO adalah 5 persen, yang diartikan bahwa virus terkendali. Omicron juga sudah mulai memasuki lingkungan keluarga. Misalnya di Kota Tangerang. Tercatat empat orang positif varian Omicron. Tan kocapo," kata dia seperti dikutip dari akun twitter pribadi miliknya, Senin (24/1/2022). Standar positivity rate Covid 19 dari WHO seharusnya kurang dari 5 persen. Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid 19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Melihat kondisi positivity rate akhir akhir ini maka menunjukkan penularan virus corona di masyarakat mulai tinggi.

Adapun kasus harian Covid 19 per 23 Januari mencapai 2.935 orang. Terbaru, Kementerian Kesehatan mencatat dua kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia. Kedua kasus tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi. “Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso.”ucap juru bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Kedua pasien tersebut memiliki komorbid. Kasus kematian karena Covid 19 varian Omicron di Indonesia menunjukkan bahwa tidak semua infeksi Omicron adalah ringan. Demikian disampaikan oleh Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama.

"Jadi semua kita harus ekstra waspada , tentu tanpa perlu panik," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (23/1/2022). Bagaimana dengan data kematian pasien Omicron di negara lain. Berikut rangkumannya: Inggris sampai 31 Desember 2021 sudah ada 75 orang yang meninggal.

Pasien pertama yang meninggal di Amerika Serikat umurnya 50 tahunan, sudah pernah terinfeksi Covid 19 ebelumnya, namun belum divaksinasi. Di Jepang yang meninggal adalah lansia dengan komorbid berat. Australia yang meninggal adalah usia 80an dengan komorbid.

Singapura yang meninggal 92 tahun, tidak ada komorbid yang jelas, tidak vaksinasi. India yang meninggal 74 tahun, dengan penyakit penyerta Diabetes Melitus dan komorbid lain. Di Amerika Serikat dan Australia beberapa hari yang lalu menyatakan, mereka akan mengalami peningkatan kematian akibat Covid 19 di minggu minggu mendatang, tentunya juga berhubungan dengan Omicron.

Dari data kemarin 22 Januari 2022, di Indonesia telah ada sekitar 1000 kasus Omicron, sekiranya 250an kasus adalah transmisi lokal. Pada beberapa minggu yang lalu maka kasus sebagian amat besar adalah pendatang dan kini sudah makin bergeser ke transmisi lokal. "Artinya makin banyak kasus kasus Omicron di masyarakat. Juga, satu dari dua yang meninggal kemarin adalah kasus transmisi lokal," imbuh Prof Tjandra.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengimbau agar orangtua melengkapi vaksinasi reguler bagi anak anaknya. Langkah ini dilakukan untuk melindungi anak anak dari penyakit lain di luar Covid 19. "Kami juga mengimbau orangtua agar melengkapi vaksinasi regular melalui imunisasi kejar bagi anak anaknya agar tetap terlindungi dari kemungkinan penyakit lain yang mungkin timbul,” kata Piprim melalui keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Syafri Kamsul Arif meminta agar anak yang belum divaksinasi Covid 19 dapat terlindungi. Perlindungan ini, kata Syarif, bisa didapatkan oleh orang yang telah divaksin. "Untuk anak anak yang masih belum memperoleh atau belum memenuhi syarat untuk divaksinasi Covid, sangat penting bagi mereka agar dikelilingi oleh orang orang yang divaksinasi untuk memberikan mereka (anak anak tersebut) perlindungan,” kata Syafri Kamsul Arif.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan encegahan penyakit di Amerika Serikat, tingkat rawat inap Covid 19 di antara anak anak melonjak di Amerika Serikat, dengan rata rata 4,3 anak di bawah 5 tahun per 100.000 dirawat di rumah sakit. Angka ini naik 2,6 anak dari akhir Desember 2021. Data di Amerika Serikat ini Ini merupakan peningkatan 48 persen dari pekan yang terakhir Desember, dan peningkatan terbesar dalam tingkat rawat inap kelompok usia ini telah terlihat selama pandemi. Di Indonesia, sejumlah sekolah yang telah melaksanakan PTM juga telah melaporkan munculnya sejumlah kasus Covid pada siswanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Anies: Gagasan, Narasi Lalu Karya. Jangan Kerja, Kerja, Kerja Tanpa Gagasan
Next post POPULER Internasional: 39 Pesawat Tempur China Masuk Taiwan | Studi Vaksin Dosis Keempat di Israel