Kata Politisi Golkar soal Anggapan Terlalu Dini Koalisi PAN, Golkar dan PPP

Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepakat berkoalisi untuk Pemilu 2024. Mereka menyebutnya dengan nama Koalisi Indonesia Bersatu. Namun, pembentukan koalisi tersebut dinilai terlalu dini lantara gelaran pilpres masih setahun lebih.

Menanggapi hal itu, pengamat politik sekaligus Politisi senior Partai Golkar Rizal Mallarangeng menilai, hal ini justru langkah awal yang bagus dan patut dicontoh partai lainnya. Sebab menurutnya, semangat ketiga parpol itu dinilai perlu agar dapat mengerucutkan pilihan kandidat calon presiden dan calon wakil presiden. "Memang membangun kesamaan pandangan itu patutnya jangan buru buru. Pendaftaran peserta pemilu secara partai kan sudah mulai berjalan walaupun secara formal tahun depan, tapi kan kurang lebih setahun menyiapkan termasuk kandidat capres cawapres yang kira kira satu tahun tiga bulan lagi, saya rasa proses itu butuh pematangan,"

"Nah karena itu langkah awal yang dilakukan Golkar, PAN, dan PPP bagus sebagai contoh bagi teman teman yang lain, untuk mulai mengerucutkan pilihan pilihan yang ada," kata Rizal dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOneNews, Minggu (14/5/2022). Lanjut dikatakan Rizal, tidak menutup kemungkinan partai lain masih bisa turut masuk dalam koalisi ini. "Ini kan baru pembukaan bukan penutupan dan ini kondisi terbuka, kalau ada partai lain yang tertarik, ini kan kemungkinan bergabung amat sangat besar dan bagus,"

"Anggaplah gerakan tanpa bola, belum ditendang ke gawang, jadi masih cari posisi," lanjutnya. Diwartakan , koalisi ini terbentuk saat digelarnya pertemuan antara Ketua Umum (Ketum) ketiga partai tersebut di Rumah Heritage Jakarta pada Kamis (12/5/2022) kemarin. Yakni Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Koalisi ini akan segera merumuskan bentuk kerja sama secara detail dalam waktu dekat. Selain itu, terbentuknya koalisi ini juga disebut untuk melanjutkan program program strategis Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyebut koalisi tiga partai politik ini dalam rangka untuk mengakhiri politik identitas dan mengakibatkan polarisasi masyarakat seperti yang terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019.

“Tiga partai yang berkumpul sepakat bahwa dalam Pemilu 2024 nanti kita tidak boleh terjebak pada hal yang sama,” ujarnya Jumat (13/5/2022). Ace juga menginginkan agar Pemilu 2024 menjadi ajang pembuktian siapa yang terbaik dalam kontestasi lima tahunan ini. “Kami ingin pemilu menjadi ajang kontestasi ide, gagasan, track record , dan prestasi. Kesempatan untuk saling membuktikan diri mana yang terbaik di antara para peserta kontestasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ace menegaskan, Koalisi Indonesia Bersatu menyatakan kompetisi hanya terjadi saat Pemilu 2024 saja sehingga setelah itu masing masing tokoh bersatu untuk membangun bangsa. “Karena kita butuh bersatu agar bisa sama sama membangun Indonesia,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Sosok Penculik Belasan Bocah di Bogor dan Jakarta, Eks Napi Terorisme yang Pernah Berlatih di Poso
Next post Hasil Babak 1 Final FA Cup: Liverpool Kehilangan Mo Salah di Tengah Laga, Chelsea Belum Beruntung